Islamic literature Headline

Saturday, May 1, 2010

Pahala Di Bulan Rajab

Deasy R -

Semoga ustadz sekalian selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Ustadz, hari ini saya menerima forwarded email tentang keutamaan melakukan puasa dan ibadah lainnya di bulan Rajab yang sayangnya si penulis tidak mencantumkan sumber rujukan isi tulisannya. Hingga saat ini saya hanya mempunyai satu rujukan dari Hadits Bukhari itupun buku hadits yang berupa ringkasan saja (terbitan Mizan), sehingga ketika saya mendapatkan email tersebut saya ingin sekali mengetahui sumber rujukannya. Karena email tersebut sudah berupa forward dari entah orang ke-sekian, apakah ustadz dapat membantu saya memberikan rujukan yang jelasnya? Di bawah ini saya copy-paste-kan isi dari email tersebut. Jazakallahu khairan katsira atas jawabannya...

Pada hari Minggu tanggal 8 September kita memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah bulannya Allah SWT. Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab itu. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH SWT." Maka: - "Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT"

"Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi‘raj (Jumat, 4 October) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa."

"Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT."

"Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab, (8, 9,10 September) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat."

"Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, permintaannya akan dikabulkan."

"Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga."

"Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya."

Sabda Rasulullah SAW lagi: "Pada malam Mi‘raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?"

Maka berkata Jibrilb a.s.: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini"

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita: "Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW melalui sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau: "Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?" Lalu beliau bersabda: "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa Dalam kuburnya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ke atas mereka".

Sabda beliau lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur". Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa Kubur?"

Sabda beliau: "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun."

Sabda beliau lagi: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya‘ban adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku". "Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya‘ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka."


Jawaban:

Puasa secara umum hukumnya sunnah terutama yang dianjurkan Rasul saw seperti puasa Senin -Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tengah bulan Hijriyah tanggal 13, 14 dan 15). Dan yang terkait dengan waktu tertentu seperti Hari Arafah, tanggal 9 dan 10 Muharram, 6 hari Syawal dan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Adapun semua hadits yang terkait dengan keutamaan puasa di bulan Rajab semuanya dhaif bahkan ada yang maudhu (palsu).

Berkata Ibnul Qoyyim: Hadits yang mengungkapkan: Siapa yang puasa di bulan Rajab …… Semuanya dusta dan dibuat-buat”.

Dan perlu diketahui bahwa bulan Rajab adalah bulan haram (dimuliakan) seperti bulan Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram dimana dilarang berperang pada bulan itu. Namun terkait dengan pelaksanaan ibadah-ibadah khusus perlu hadits yang shahih.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.


sumber : Syariah Online

Pusat Konsultasi Syariah

0 komentar:

Post a Comment