Islamic literature Headline

Showing posts with label Oase. Show all posts
Showing posts with label Oase. Show all posts

Saturday, June 12, 2010

Bayangkanlah, Bila....

"Bu, kenapa sih kok bapak kerjanya di pasar, temen-temen Aa bapak nya kerja nya dikantor, katanya enak bu, kalo dikantor itu bersih, ada komputer terus ada buku-buku, ntar kalau Aa maen ke kantor bapak, Aa bisa maen komputer..." Itu pertanyaan polos dari keponakan saya yang baru berumur 5 tahun dan masih duduk di bangku TK.

Monday, May 31, 2010

Bayangkan Saat Maut Menjemput

Sesosok tubuh berselimut kain putih terbujur kaku. Disekelilingnya terlihat sanak saudara saling berangkulan, dan sesekali terdengar sesegukkan diiringi tetesan air mata kepiluan, keheningan dan kesedihan yang teramat dalam. Sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur'an dari beberapa orang yang hadir menambah kepiluan mereka yang ditinggalkan. Hari ini, satu lagi saudara kita menghadap Rabb-nya, tidak peduli ia siap atau tidak. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun.

Bau Busuk Itupun Hilang

Seumur-umur baru kali ini aku dapat order pembelian minyak wangi berdrum-drum. Dalam waktu dua hari paling tidak tiga drum habis terjual. Pembelinya pun tak tanggung-tanggung, mereka para politikus dan pejabat busuk yang hampir tiap hari muncul di tv.Tak terkecuali anggota dewan yang busuk dan ketua-ketua partai busuk. Sebagian dari mereka tidak langsung datang ke rumah. Karena takut ketahuan publik, biasanya mereka menelepon minta dikirimi, menyuruh bawahannya, dan ada pula yang mengajak janjian untuk ketemu di hotel atau vila tertentu. Tak jarang saat aku harus mengantarkan minyak wangi pesanan mereka, aku diharuskan membungkus rapat minyak wangi tersebut hingga tidak tercium baunya.Bahkan ada yang meminta aku menelan dalam bentuk kapsul seperti kapsul heroin.

Bapak Tua Itu.....

Jalanan Jakarta seperti biasa, panas dan berdebu, walau pagi ini belum juga beranjak menjadi siang. Aku nyalakan tape dan AC di mobilku, sambil bernyanyi-nyanyi kecil untuk menghilangkan kejenuhan, karena jalan menuju kantor seperti pagi-pagi lainnya, penuh dan macet. Ternyata nyanyian itu tidak membuat hatiku menjadi tenang. Batinku merasa lelah, hatiku mengeluh. Jenuhnya aku dengan suasana rutinitasku sehari-hari, belum lagi urusan kantor yang tidak ada habis-habisnya. Sampai-sampai aku sendiri tidak menikmati lagi apa yang dulu menjadi kenikmatan tersendiri, bekerja di kantorku.

Bangsa Selebritis

Waktu saya masih kecil,terakhir saat saya SMU, saya masih selalu melihat perlombaan-perlombaan ‘tradisional’ di kampung saya. Semua sederhana, tanpa neko-neko.

Terlepas masyarakat saat ini masih ‘memelihara’ tradisi lomba-lomba yang beragam sebagai ciri khas perayaan di kampung-kampung seantero bangsa ini, saya merasa ada yang hilang dari mentalitas luhur masyarakat kita yang semestinya ada, karena budaya adiluhung yang sering dibanggakan dahalu. Ruh kemerdekaan semakin terlontar jauh dari porosnya yang hakiki.